saya seorang perempuan (what I have done)

 

21 Tahun Menjadi Perempuan

Dua puluh satu tahun saya hidup sebagai perempuan—dan akan terus demikian. Perempuan dengan logikanya yang tajam, pemikirannya yang dalam, emosinya yang naik turun, serta kelembutan yang terkadang berubah menjadi ketegasan yang mengejutkan. Saya adalah perempuan dengan mood yang berubah-ubah, dengan manjaku yang kadang dianggap berlebihan, keras kepala yang sulit dilunakkan, temperamen yang meledak begitu saja, serta perasaan yang begitu sensitif hingga hal kecil pun mampu menyentuh hatiku.

Selama 21 tahun, saya menjalani perjalanan sebagai perempuan dengan segala keistimewaan dan tantangannya. Saya belajar bahwa menjadi perempuan bukan sekadar tentang perasaan yang halus atau sifat yang lembut, tetapi juga tentang keberanian menghadapi dunia. Saya menemukan bahwa perempuan bisa menjadi kuat tanpa kehilangan kelembutannya, bisa menggunakan logika tanpa mengabaikan perasaannya.

Saya pernah menjadi cengeng karena merasa dunia tidak adil. Saya pernah merasa lemah karena ekspektasi yang membebani. Tapi di saat yang sama, saya juga menyadari betapa hebatnya menjadi perempuan—seseorang yang mampu mencintai dengan sepenuh hati, berpikir dengan mendalam, dan tetap berdiri tegak meski dunia meragukan.

Menjadi perempuan bukan hanya tentang bagaimana orang lain melihatku, tetapi tentang bagaimana saya melihat diriku sendiri. Belajar untuk mencintai sisi rapuhku tanpa merasa malu. Belajar bahwa keras kepala bisa berarti keteguhan, bahwa manja bisa berarti keberanian untuk menunjukkan kebutuhan, bahwa temperamen yang meledak bisa menjadi bukti bahwa saya hidup dengan sepenuh emosi.

Selama 21 tahun, saya telah hidup sebagai perempuan—dan saya bangga. Saya akan terus melangkah, membawa semua yang ada dalam diriku, tanpa takut untuk menjadi versi terbaik dari diriku sendiri.

Karena menjadi perempuan bukan tentang bagaimana dunia menilaimu, tetapi bagaimana kamu menerima dan mencintai dirimu sendiri.

Saya telah melakukan banyak hal sebagai perempuan,menghibur diri dengan cara saya,menyelesaikan masalah dengan cara  saya,merawat diri,memberikan hadiah kepada diri sendiri dan lain-lain.

bentuk saya menghargai diri sebagai seorang perempuan dengan mengambil potret diri sendiri dan memaknainya sebagai rasa bersyukur.

 

saya menghargai diri saya sebagai seorang perempuan salah satunya dengan mengambil potret diri sendiri dan memaknainya sebagai rasa bersyukur.
Setiap inci dari tubuhmu adalah hal berharga maka hargailah,saya tidak akan banyak mengatakan cintailah diri sendiri saya rasa semua sudah harus melakukannya.

Mengabadikan setiap momen tumbuhnya si perempuan ini akan menjadi sangat berkesan saat memasuki fase pertumbuhan yang lain. 

 

Selama 21 tahun, saya belajar bahwa kekuatan tidak selalu terlihat dalam ketegaran, tetapi juga dalam keberanian untuk mengakui kelemahan. Belajar bahwa menjadi perempuan bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang berani merasakan, berani bermimpi, dan berani menjadi diri sendiri.

Saya telah hidup 21 tahun sebagai perempuan, dan aku akan terus hidup sebagai perempuan—dengan segala kompleksitas, keindahan, dan keberanian yang ada dalam diriku.

Karena saya bukan hanya seseorang yang menjalani hidup ini, aku adalah perempuan yang menuliskan kisahnya sendiri. 

 


Komentar