Kenapa "Si Mbak"?

hallo apa kabar?

Kemarin udah bahas soal "perempuan", yang nggak lain adalah saya sendiri. Nah, sekarang kita geser sedikit bahas ke sisi lain dari saya juga si "Mbak"(maaf ya malah baru bahas sekarang ). Kenapa sih kok namanya harus "si Mbak"? Ya... karena emang panggilan itu yang paling sering nempel di kuping saya sejak kecil. Saya terhitung anak tertua  di keluarga besar karna bapak saya anak pertama, jadi otomatis lebih sering dipanggil "Mbak" daripada “Dek” atau yang lainnya. Bukan buat lucu-lucuan, tapi ini fakta. Dari kecil sampe sekarang, label “mbak” itu udah kayak identitas yang nggak bisa dilepas gitu aja.

Tema besar dari blog ini sebenernya ngangkat soal pemikiran-pemikiran saya sebagai "Mbak", sebagai seorang perempuan. Tapi nggak melulu soal diri saya aja, kadang juga bakal ngebahas perempuan dari berbagai sisi, dari sudut pandang yang mungkin nggak selalu sama, tapi tetep punya benang merah yang kuat: perempuan dan segala cerita di baliknya.

Bisa aja nanti ada cerita soal tanggung jawab jadi anak pertama (saya mau tanya-tanya dan cari informasi ke teman-teman saya yang anak pertama Perempuan) ada juga Perempuan sebagai anak bungsu dll, ekspektasi yang nempel ke "mbak" dalam keluarga, atau gimana jadi perempuan tuh punya banyak layer yang kadang orang lain nggak lihat. Bisa juga soal pengalaman-pengalaman personal yang mungkin relate sama banyak perempuan di luar sana. Intinya, ini adalah ruang buat saya cerita, berbagi, dan kadang nanya juga ke kamu pembaca tentang gimana rasanya jadi "mbak" versi kamu.

So, blog ini bukan cuma soal saya. Ini tentang perempuan, tentang jadi “mbak” dalam artian luas, dan tentang bagaimana kita Perempuan melihat, merasakan, dan menjalani hidup dari perspektif yang mungkin kadang nggak banyak dibicarakan.

Saya nggak akan mengisi blog ini dengan ego dan pemikiran-pemikiran tentang perempuan yang berkuasa kok,ngobrolin tentang kita-kita aja.

 see u,ada pembahasan menarik setelah ini!!

 

Komentar